Komunitas Muay Thai Lakukan Pelatihan di Pendopo Kecamatan Cikalongwetan

Ciptagumati (Web Kec. Cikalongwetan). Komunitas Muay Thai Cikalongwetan lakukan pelatihan rutin di Pendopo Kecamatan, Minggu (03/08/25).

Pelatihan dilaksanakan rutin pada dua tempat, yaitu GOR Desa Cikalong dan Pendopo Kecamatan. Pelatihan dilakukan untuk memberi pengetahuan dasar tentang bela diri kepada setiap pesertanya. Dalam setiap sesi Latihan yang diselenggarakan, tidak kurang dari 15 orang peserta yang mengikutinya.

“Dalam setiap sesi Latihan yang diselenggarakan pada kedua lokasi Latihan, tidak kurang dari 15 orang yang mengikutinya,” ungkap Ruswandi, penyelenggara sekaligus pelatih lokal bela diri asal negeri gajah ini.

Disampaikan pula bahwa Muay Thai sendiri merupakan jenis bela diri yang tumbuh dan berkembang di Thailand. Seiring dengan waktu, bela diri ini banyak diminati di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Di Cikalongwetan sendiri, Muay Thai merupakan jenis bela diri yang baru dikenal oleh beberapa gelintir warganya. Sekalipun demikian, animo warga untuk menggeluti bela diri ini cukup kuat. Karena itu, untuk merespons animo warga terhadap bela diri ini, dirinya menyelenggarakan pelatihan rutin dengan bertempat di GOR Desa Cikalonga tau Pendopo Kecamatan Cikalongwetan.

“Untuk merespons animo warga terhadap bela diri ini, saya menyelenggarakan Latihan rutin di GOR Desa Cikalonga tau Pendopo Kecamatan,” jelasnya, saat dimintai keterangan perihal perkembangan bela diri Muay Thai di Cikalongwetan.

Kegiatan yang dilaksanakannya mengarah pada tujuan agar warga khususnya warga kecamatan Cikalongwetan terbiasa berolahraga, sehingga mereka dapat menjaga kebugarannya Selain untuk kebugaran, olahraga ini bisa juga diarahkan guna mencetak prestasi. Upaya itu khususnya untuk usia remaja. Bagi kalangan remaja, keikutsertaan mereka pada olahraga ini guna menghindari dan menjaga mereka dari pergaulan yang tidak jelas. Karena itu, olahraga ini harus terus dikembangkan di Cikalongwetan.

“Olahraga ini mengarah pada upaya menjada kebugaran dan mencatatkan prestasi bagi setiap pesertanya,” pungkas Ruswandi.

Di lain pihak, salah seorang peserta yang tidak mau disebutkan Namanya mengungkapkan bahwa minat warga terhadap olahragara ini cukup banyak, tetapi mereka terkendala dengan biaya Latihan yang belum terjangkau. Untuk mengikuti kegiatan ini, setiap peserta ditarik iuran, sehingga mengurungkan minat sebagian warga.

“Olahraga ini banyak peminatnya, tetapi berat untuk iuran per visitnya,” tuturnya.

Sumber : Iwan

Editor    : DasARSS

Style Switcher

Check out different color options and styles.